Cara kerja

Kepercayaan dibangun dari proses yang bisa diperiksa.

PresidenAI menggunakan pipeline berlapis agar keluaran simulasi tidak berhenti pada kalimat yang terdengar meyakinkan.

10gerbang validasi
3entitas dalam pipeline
1standar transparansi

Pipeline riset → brief → produksi → validasi → review → publish

  1. Riset: pertanyaan kebijakan diurai menjadi klaim yang dapat diuji dan data yang diperlukan.
  2. Brief: konteks, definisi, rentang waktu, serta kriteria keberhasilan ditulis sebelum produksi.
  3. Produksi (OpenCode): AI agent Hermes menyusun draf dengan Bahasa Indonesia yang jelas dan menyertakan marker sumber [1], [2], dan seterusnya.
  4. Validator script: sepuluh gate memeriksa frontmatter, keterhubungan sumber, URL, angka, struktur, sektor, status, dan konsistensi format.
  5. Review independen (agy/Gemini): peninjau lain menguji logika, bias, lompatan kesimpulan, serta apakah sumber benar-benar mendukung klaim.
  6. Publish: hanya naskah yang lolos pemeriksaan yang dapat diterbitkan sebagai analisis publik.

Standar sumber

Semua angka harus memiliki sumber. Whitelist utama mencakup BPS, Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, kementerian/lembaga, lembaga internasional dengan metodologi terbuka, dan media kredibel. Opini publik hanya digunakan sebagai sentimen yang diberi label, bukan sebagai fakta atau pengganti statistik representatif.

Keterbatasan

Data publik dapat terlambat, berubah definisi, atau tidak menangkap pengalaman setiap kelompok. Model AI dapat salah memahami konteks dan menghasilkan bias. Karena itu, setiap halaman memuat disclaimer dan pembaca dianjurkan mengecek dokumen sumber sebelum mengambil keputusan.